Jumat, 03 Desember 2010

Tim Terbaik Liga Primer Inggris 2008/09

Inilah tim terbaik Liga Primer Inggris musim 2008/09 pilihan GOAL.com Indonesia!


EPL: Frank Lampard, Newcastle United - Chelsea (PA)
Galeri Foto
Perbesar
EPL: Frank Lampard, Newcastle United - Chelsea (PA)

Terkait

Tim

Figur

Oleh Agung Harsya

Di antara liga domestik Eropa lainnya, Liga Primer Inggris adalah yang paling mendapat sorotan. Liga Primer adalah sumber utama perputaran uang dalam jagad sepakbola dunia saat ini. Pula sumber dari segala kualitas; hampir semua pemain terbaik dunia penasaran mencicipi atmosfir sepakbola di tanah kelahirannya ini.

Tapi, dari sekian banyak pemain yang tampil cemerlang musim ini, siapa saja yang pantas menjadi terbaik di antara yang terbaik? Inilah tim terbaik Liga Primer Inggris 2008/09 pilihan GOAL.com Indonesia:

Edwin van der Sar (Manchester United)
Makin tua, makin jadi. Usia boleh bertambah, tapi penampilan Van der Sar tetap sejahtera. Musim ini, rekor 1.311 menit tak kebobolan dicetaknya. Total 21 pertandingan dijalaninya tanpa kebobolan. Pertahanan United yang digalang duet Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic memang sulit ditembus, tapi pengalaman Van der Sar di bawah gawang memastikan rasa aman bagi publik Old Trafford.

Brede Hangeland (Fulham)
Penampilan cemerlang Hangeland sepanjang musim tercermin dari rekor kebobolan Fulham yang paling sedikit kedua di Liga Primer. Pemain internasional Norwegia kelahiran Amerika Serikat ini hanya kehilangan satu pertandingan sepanjang musim ini. Gawang Cottagers hanya bobol 34 kali dalam 38 partai dan pasukan Roy Hodgson pun sukses meraih tiket ke Liga Europa musim depan. Tampil inspirasional, Hangeland sudah diyakini sebagai kapten Fulham masa depan.

Nemanja Vidic (Manchester United)
Ivan Drago-nya sepakbola ini makin mengkilap saja di atas lapangan. Tanpa kompromi, terkendali, dan jarang melakukan kesalahan adalah senjata utama Vidic dalam membentuk pertahanan solid United. Bek Serbia ini turut berkontribusi pada rekor tak kebobolan yang dicetak Van der Sar musim ini.

Leighton Baines (Everton)
Setelah didera cedera panjang, penampilan Baines meroket musim ini. Bahkan Baines sendiri seperti tak percaya bisa tampil bagus setelah nyaris tak berpartisipasi dalam setiap pertandingan yang dijalani Everton musim lalu. Disiplin dan berani melakukan serangan, Baines kembali menjadi kepercayaan David Moyes untuk posisi bek kiri.

Jose Bosingwa (Chelsea)
Debut tampil di Liga Primer tidak membuat Bosingwa demam panggung. Penampilan bertenaga bek asal Portugal ini memberi solusi tepat bagi kebutuhan Chelsea akan seorang bek kanan. Paulo Ferreira tenggelam ke bangku cadangan dan Michael Essien bisa berkonsentrasi di lini tengah. Posisi Bosingwa tak tergantikan sepanjang musim.

Steven Gerrard (Liverpool)
"Apa jadinya jika Gerrard dan Fernando Torres tidak dirundung cedera?" sesal Rafael Benitez. Liverpool memang masih butuh insipirasi dari sang kapten. Mau bilang apa lagi? Gerrard adalah Liverpool, Liverpool adalah Gerrard. Mudah-mudahan musim depan lebih baik bagi Stevie G.

Frank Lampard (Chelsea)
Dalam versi statistik yang dibuat Actim Index, Lampard meraih skor terbanyak sekaligus menempati peringkat teratas di antara pemain tengah lainnya. Musim ini musim terbaik bagi Lamps. Umpan-umpan, gebrakan, berbagai tendangan dihujaninya ke gawang lawan. Lampard menjadi penggerak utama lini tengah Chelsea dan itu berbuah rekor 12 gol serta sepuluh assist sepanjang musim ini.

Stephen Ireland (Manchester City)
Salah satu pemain yang tampil mencuat sepanjang musim ini. Dari seorang biangkerok, trouble maker, Ireland menjelma seorang pemain yang matang. Sudah pasti, Mark Hughes enggan melepas pemain yang mencetak sembilan gol musim ini untuk Citizens. Ireland akan makin sukses jika terus fokus terhadap penampilannya di atas lapangan.

Andrey Arshavin (Arsenal)
Separuh musim sudah cukup untuk menempatkan Arshavin dalam tim terbaik Liga Primer musim ini. Tanpa inspirasi Arshavin, mungkin saja Arsenal finis lebih buruk di luar posisi empat besar. Dalam 12 penampilannya, Arshavin mencetak enam gol. Ketika Arshavin absen menghadapi Chelsea di Emirates, Arsenal ditumpas 4-1. Bisa dibayangkan kalau gelandang Rusia ini tampil rutin musim depan, bukan?

Dirk Kuyt (Liverpool)
Sejak musim lalu, Kuyt mampu mempertahankan grafik penampilannya. Meski bukan seorang pemain sayap murni, Benitez seolah tidak bisa mengabaikan Kuyt setiap kali Liverpool bertanding. Kerja keras dan determinasi Kuyt mencerminkan semangat spartan para pemain Liverpool. Musim ini, Kuyt tampil dalam seluruh pertandingan Liverpool, hanya dua kali sebagai pemain pengganti, dan mencetak 12 gol.

Nicolas Anelka (Chelsea)
Ketika Luiz Felipe Scolari menjadikannya striker utama, Anelka memberi jawaban dengan gol-golnya. Scolari dipecat, Guus Hiddink masuk, dan Didier Drogba pulih dari cedera. Anelka harus "mengalah" dengan bermain di sayap kanan, tapi masih memberikan kontribusi dengan kepandaiannya membuka ruang dan memberi umpan. Tak terbantahkan, Anelka adalah striker terbaik Liga Primer musim ini. Gelar topskor hanyalah pelengkapnya.

Formasi 4-3-3:

Arshavin -- Anelka -- Kuyt

Gerrard -- Lampard -- Ireland

Baines -- Hangeland -- Vidic -- Bosingwa

Van der Sar

Cadangan:
Jussi Jaaskelainen (Bolton Wanderers)
Patrice Evra (Manchester United)
John Terry (Chelsea)
Xabi Alonso (Liverpool)
Gareth Barry (Aston Villa)
Gabriel Agbonlahor (Aston Villa)
Wayne Rooney (Manchester United)

0 komentar:

Posting Komentar